Penyakit jantung dan pembuluh darah saat ini masih menduduki peringkat teratas sebagai penyebab kematian di Indonesia maupun di negara-negara maju lainnya.

Klinik konsultasi dan fasilitas check up jantung harus dilengkapi dengan peralatan-peralatan khusus seperti Catheterisasi Laboratorium (Cathlab), Treadmill Test, dan Echocardiography.

Cathlab merupakan pemeriksaan di rumah sakit dengan alat pencitraan diagnostik untuk mendukung kateterisasi jantung. Kateterisasi jantung adalah tindakan kardiologi invasif, yaitu prosedur memasukkan tabung tipis khusus yang disebut kateter kedalam atau di dekat jantung. Pasien akan diberikan anestesi (mati rasa) lokal. Kateter dimasukkan melalui kulit dan masuk ke salah satu pembuluh darah sampai masuk ke dalam jantung / dekat jantung untuk melihat adanya penyakit, penyempitan, penebalan atau penyumbatan pembuluh darah.

Treatmill Test merupakan salah satu modalitas non invasif untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner. Sebelum pasien dilakukan tindakan katerisasi jantung atau pemasangan stent di pembuluh darah koroner.

Echocardiograf merupakan modalitas non invasif untuk menentukan fungsi pompa jantung, katup-katup jantung dan struktur lainnya. Serta melihat apakah terdapat penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan.

Ketiga sarana pemeriksaan jantung baik invasif (kateterisasi jantung) dan non invasif (treatmill test dan echocardiography) sangat diperlukan dalam menegakkan diagnosis penyakit jantung dan memandu dalam tatalaksana penyakit serta evaluasi tata laksanan penyakit jantung.

Jika ingin jauh dari resiko penyakit jantung hindari faktor penyebabnya seperti obesitas dan menjauhi rokok, makanlah makanan yang bernutrisi yang dibutuhkan tubuh, bukan makanan enak penuh lemak dan tinggi kalori yang menjadi bahan untuk penyebab kardiovasculer termasuk jantung dan stroke.