Pelayanan Endoskopi

Endoscopy RSUD Tarakan dipakai dalam teknik pemeriksaan dan atau pengobatan organ dalam, dengan menggunakan endoskop atau teropong. Pemeriksaan endoskopi gastrointestinal serat optic dewasa ini telah merupakan prosedur diagnostic canggih dan sudah baku untuk para ahli dalam bidang gastroenterohepatologi, bahkan endoskopi gastrointestinal ini, bukan hanya untuk kepentingan diagnostic saja, tapi sudah berkembang untuk tindakan terapeutik. Teknik ini biasanya dilakukan untuk pemeriksaan dan atau pengobatan organ dalam seperti saluran pencernaan, dengan menggunakan endoskop atau teropong. Tindakan dilakukan dengan cara memasukan alat endoscopic berdiameter kurang lebih 1 cm berbentuk selang melalui mulut atau anus sesuai dengan organ tubuh yang akan diperiksa. Indikasi pemeriksaan endoskopi adalah penderita dengan perdarahan saluran cerna, penderita dengan keluhan dyspepsia, gastritis, ulkus peptikum, akhalasia serta kemungkinan tumor lambung.

Pelayanan Endoscopy RSUD Tarakan, dimulai sejak tahun 1996, dilayani oleh 1 orang Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi.

Jumlah SDM di bagian endoscopy sampai tahun 2019, terdiri dari 1 (satu) orang Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi dan 2 (dua) perawat

Kerjasama Nasional bersama dengan PEGI (Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia), PGI (Perhimpunan Gastrointestinal Indonesia) , PPHI (Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia)

Jenis Pelayanan Endoscopy di RSUD Tarakan meliputi:

  • Gastroskopi, yaitu tindakan pemeriksaan untuk melihat dan mengetahui kondisi rongga saluran cerna bagian atas yang meliputi tenggorokan, lambung dan usus 12 jari.
  • Kolonoskopi, yaitu pemeriksaan untuk melihat kondisi rongga saluran cerna bagian bawah(usus besar) dan bagian akhir usus halus.
  • ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography) yaitu pemeriksaan dan pengobatan untuk melihat kondisi didalam saluran empedu dan pankreas.
  • Fibroscan yaitu alat untuk melihat derajat fibrosis hati

Tindakan endoskopi di RSUD tarakan dilakukan oleh dokter ahli penyakit Gastrohepatologi didukung sistem Computerized Ultraview Image Management And Reporting System.

Asal Pasien:

  • Propinsi DKI Jakarta
  • Propinsi Papua
  • Propinsi Banten
  • Propinsi Lampung

Ketersediaan:

  • Dokter Spesialis Penyakit dalam:
  1. dr. Tjahyadi Robert Tedjasaputra, Sp.PD-KGEH
  • Perawat: Di ruang endsocopy berjumlah 2 orang
  1. Gastroskopi
    • GIF HQ 190 dan GIF ITQ 160 (diagnostik)
    • Superseven untu Ligasi varises esofagus (terapeutik)
    • Polipektomi snare (terapeutik)
  2. Colonoscopy
    • CF Q 180 AL
  3. ERCP
    • TJF Q 180
    • TJF 150
  • Sejak tahun 2010 hingga 2018 sudah melayani 3.387 kasus.
  • Jumlah kunjungan rawat jalan rerata 30-40 pasien/minggu
  • Menjadi pengampu layanan rujukan provinsi
  • Menentukan derajat varises esofagus yang diukur dengan doppler vascular hepar pada sirosis hepatis, London, 2009, UEGW
  • Colon cancer prevalensi dan hereditary colon cancer
  • Manfaat MRCP untuk evaluasi pre ERCP, Pertemuan Ilmiah Tahunan UKRIDA
  • Evaluasi hepatitis B pada petugas kesehatan, KONAS PPH PGI PGEI, Surabaya
  • RS Dalam Negri
  • RSCM
  • Mitra penelitian
  • FKUI
  • FKUGM
  • FKUNHAS
  • Maret 2020: ASIAN PACIFIC ASSOCIATION FOR THE LIVER(APASL) .Indonesia, BALI
  • Juni 2020: Congress of PPHI-PGI-PEGI Meeting, Banjarmasin
  • Oktober 2020: American college of gastroenterology
  • Jakarta International gastroenterology endoscopy : Agustus 2020
Hubungi di hotline 021 3503003 ext 1148 atau dengan isi formulir dibawah ini.